Banyak orang keluar dari pekerjaan dengan alasan yang sebenarnya sudah lama ada. Gaji yang terasa tidak adil, beban yang tidak seimbang, atau rasa tidak didengar. Yang jarang ada adalah tempat untuk mengatakannya sebelum terlambat.
Obrolan satu lawan satu yang rutin adalah tempat itu. Bukan pengganti rapat tim, dan bukan sesi penilaian. Ini waktu milik anggota tim, bukan milik atasannya.
Susunan sederhana yang bisa langsung dipakai
- Mulai dari dia. Tanyakan apa yang ingin ia bicarakan minggu ini. Biarkan ia yang membuka.
- Tanyakan hambatan, bukan laporan. Status pekerjaan bisa dibaca di tempat lain. Yang perlu didengar adalah apa yang menghambatnya.
- Sisihkan waktu untuk arah. Sesekali, bicarakan ia ingin tumbuh ke mana dan apa yang bisa dilatih bulan depan.
- Tutup dengan satu janji. Satu hal yang akan dikerjakan atasan, dicatat, lalu ditanyakan kembali di pertemuan berikutnya.
Kesalahan yang membuatnya berhenti
Obrolan satu lawan satu paling sering mati karena dibatalkan. Setiap kali dibatalkan demi urusan lain, pesan yang tertangkap adalah: kamu bukan prioritas. Lebih baik jadwalnya pendek tapi ditepati daripada panjang tapi sering digeser.
Kesalahan kedua adalah atasan yang terlalu banyak bicara. Kalau atasan bicara lebih banyak daripada anggota timnya, itu sudah berubah menjadi pengarahan.
Orang jarang keluar karena satu masalah besar. Mereka keluar karena banyak masalah kecil yang tidak pernah sempat dibicarakan.




