Di awal usaha, pemilik memegang semuanya. Itu wajar dan sering kali itulah yang membuat usaha bertahan. Tapi ada titik ketika antrean keputusan di meja pemilik lebih panjang daripada waktu yang ia punya.
Tandanya mudah dikenali. Karyawan menunggu jawaban untuk hal kecil. Pekerjaan berhenti saat pemilik bepergian. Orang yang cakap mulai berhenti mengambil inisiatif karena toh akhirnya diputuskan orang lain.
Mengapa sulit melepas
Alasannya jarang soal tidak percaya. Lebih sering karena standar kerja hanya ada di kepala pemilik. Selama standar itu tidak dituliskan, setiap hasil kerja orang lain akan terasa kurang pas.
Empat tingkat wewenang
Delegasi tidak harus semua atau tidak sama sekali. Untuk tiap jenis keputusan, pilih satu dari empat tingkat ini lalu sampaikan dengan jelas.
- Cari tahu, lalu lapor. Pemilik tetap memutuskan.
- Usulkan, lalu tunggu persetujuan. Karyawan menyiapkan pilihan dan rekomendasi.
- Putuskan, lalu kabari. Pemilik tahu setelahnya dan bisa mengoreksi bila perlu.
- Putuskan sendiri. Dalam batas yang sudah disepakati, misalnya nilai atau jenis pekerjaan tertentu.
Mulailah dari keputusan yang sering terjadi dan risikonya kecil. Naikkan tingkatnya pelan-pelan seiring orangnya terbukti. Kendali tidak hilang, ia pindah dari kebiasaan menjadi aturan yang bisa diperiksa.
Usaha yang hanya bisa berjalan selama pemiliknya ada belum menjadi usaha. Ia masih pekerjaan, hanya saja lebih besar.




