Lewati ke isi

HRMS · 8 menit baca

Payroll di Excel, absensi di aplikasi lain, cuti di chat

Setiap kali data dipindahkan tangan antar sistem, ada peluang salah. Salah hitung satu orang saja bisa berujung sanksi.

Redaksi NusvaDisusun dari pengalaman Rangga Irawan, MBA

Kembali ke Insight

Banyak perusahaan Indonesia masih mengelola operasional HR secara terpisah. Payroll dihitung di Excel, absensi direkap di aplikasi berbeda, cuti diajukan lewat WhatsApp. Fragmentasi ini bukan sekadar ketidaknyamanan. Ini risiko bisnis yang nyata.

Biaya tersembunyi dari sistem terpisah

Setiap kali data dipindahkan tangan antar sistem, ada peluang salah. Salah hitung payroll satu karyawan saja bisa berujung sanksi. Kalau data HR tersebar di lima tempat, tidak ada satu pun yang bisa dipegang sebagai yang benar.

Implikasi bisnis: sebagian besar waktu HR habis untuk administrasi. Keputusan dibuat berdasarkan tebakan, bukan data.

Apa yang berubah dengan HRMS terintegrasi?

HRMS terintegrasi menyatukan seluruh operasional HR dalam satu sistem. Datanya mengalir sendiri antar bagian, tidak perlu diketik ulang.

Kalau payroll, absensi, dan kepatuhan aturan ada di satu sistem, perhitungan PPh 21, BPJS, dan THR tidak lagi dikerjakan tangan.

HRMS terintegrasi membuat angka-angkanya terlihat langsung: berapa orang yang keluar, berapa jumlah karyawan, berapa biaya per orang. Dengan itu HR bisa ikut mengambil keputusan, bukan cuma mengurus berkas.

Konteks Indonesia

Aturan di Indonesia rumitnya khas: BPJS lima komponen, PPh 21 TER sesuai PMK 168/2023, THR, dan UMR yang berbeda tiap kota. Sistem buatan luar negeri tidak menanganinya dari sananya. Perusahaan Indonesia butuh sistem yang mengerti aturan di sini.

BagikanWhatsAppLinkedIn

Kalau ini yang sedang Anda hadapi

Payroll, absensi, cuti, dan kepatuhan dalam satu tempat.

Siap melangkah?

Perubahan dimulai dari percakapan.

Isi formulirnya, dan tim kami akan membalas di WhatsApp untuk membahas kebutuhan bisnis Anda.

Formulir ini tidak menyimpan apa pun di situs kami. Tombolnya membuka WhatsApp dengan pesan yang sudah terisi, dan Anda yang menekan kirim.